Sabtu pagi,memaksakan diri bangun 4.30 wib,setelah sebelumnya lembur sampai jam 11 malam.Bergegas mandi,nyeduh kopi sebagai ritual wajib,kemudian berkemas menuju Sarinah,meeting point buat perjalanan kali ini.
Berangkat 13 orang,angka yg sial kata sebagian orang..tapi syukurlah,perjalanannya relatif tanpa gangguan dan cuaca cerah,menampik anggapan itu.
Kapal dari Pelabuhan Muara Angke,berangkat jam 7 pagi,kurang lebih 2 jam perjalanan sebelum merapat ke dermaga Pulau Pramuka.Saya menikmati sepanjang perjalanan dalam diam,hanya sekali-kali ngobrol dengan bapak di sebelah dan teman seperjalanan yang lain.
Berjumlah sekitar 110 pulau,dengan pulau yang dihuni manusia sebanyak 11 pulau,info ini yang saya dapat dari bapak di sebelah saya.
Tepat jam 9,kapal merapat di dermaga Pulau Pramuka,kami langsung menuju ke rumah yang sudah dibooking,diiringi ibu penjaga rumah.Wow,melebihi ekspektasi,rumah yang cukup besar,lumayan baru pula..dengan 2 kamar tidur dan ruang tamu yang luas.Satu-satunya nilai minus buat rumah ini adalah letaknya yang agak jauh dari dermaga.
Setelah meletakkan ransel dan bawaan yang lain,tidak membuang-buang waktu,saya dan teman yang lain memilih untuk sarapan,dan kemudian menyewa perahu untuk menuju Pulau Semak Daun.David,yang sebelumnya sudah 2x menjelajah pulau ini,jadi tour guide,dan tujuan sarapan sekaligus makan siang,adalah....masakan Padang ( di mana2 warung ini mang selalu ada ya..ck..ck.. :D )
Naik ojek perahu,kemudian tawar menawar harga,dan deal di harga 250rb untuk dipakai seharian,tujuan pertama kami adalah Pulau Semak Daun -mmm,ada cerita tersendiri tentang nama pulau ini,berhubung kita semua baru pertama kali ntu ke Pulau Seribu,kecuali David,pas ngobrol tentang pulau ini,ada ja yg ketukar namanya.,sample : 'bla..bla..bla..yg di pulau Semak belukar ntu tadi lho..bla..bla" -, beberapa kalimat selesai baru kita nyadar,mang ada yg namanya semak belukar?? :D - ...tapi kesan pertama sewaktu tiba di tempat ini adalah..Great!!!!!,ya dengan 5 tanda seru. Berhubung yang merapat pertama kali saat itu adalah perahu kami,rasanya ntu pulau benar2 jadi milik pribadi :D (setelah itu,ada 2 perahu lagi yang datang,dan ikutan snorkeling di depan dermaga).Bosan berendam dan berjemur di sini,kami lanjut ke Pulau Air,warna air yang hijau bening memberikan kesan tersendiri..setelah itu kami lanjut ke Pulau Karya,mengisi perut yang kosong sebelum survei lokasi untuk snorkeling besoknya.
Habis mandi,ketika yang lain beristirahat dan mandi,bergegas menuju dermaga,berburu sunset dan suasana dermaga di malam hari.Dermaga ini lumayan sepi,karena kapal yang merapat hanya pada pagi dan siang hari.Tak banyak yang bisa dilakukan di malam hari,setelah makan malam dan ngobrol di sebelah dermaga sekitar 1 jam,istirahat menjadi pilihan terakhir :)
Pagi berikutnya rencana untuk snorkeling.Kami awalnya hanya akan snorkeling di baliho,yg sudah disurvei kemarin sore,tapi orang dari Elang wisata yang ngasih peralatan memberi ide buat snorkeliing ke karang lunak,jadi ga da salahnya dicoba,toh mereka yang lebih tau lautan di sekitar sini dibanding kami :)
.Dan akhirnya saat2 itu tiba,pengalaman pertama snorkeling yang diiringi luka tergores karang,setelah mencoba beradaptasi untuk bernapas dengan mulut melalui snorkel,menghilangkan phobia pada kedalaman laut (walaupun dah make pelampung,tetap ja rasa takut ada :D ),setelah itu yang tersisa hanya rasa penasaran yang lebih dalam untuk melihat dan melihat lagi,indahnya biota laut dari dekat - bukan hanya dari televisi dan gambar orang lain -..dan rasanya layak untuk diulang lagi.Setengah jam pertama.3 jam berlalu tanpa terasa,dan sedikit menyesal,kenapa ga snorkeling kemarin ja,karena durasinya bakal lebih lama. Beranjak dari Karang lunak,yang punya perahu dan pemandunya membawa kami ke kolam buatan di depan pulau pramuka,ada papan loncat di situ setinggi kurang lebih 6 meter,lumayan buat uji adrenalin :D ,dan saya memberanikan diri untuk uji nyali di situ.fiuhh..ternyata tidak semenakutkan yang saya pikirkan sebelumnya,hingga saya ulang sekali lagi.
Jam 11 kurang,kami balik ke penginapan untuk berbenah,makan siang dan kemudian menunggu kapal dari Pulau Panggang untuk kemudian balik ke Jkt.Perjalanan yang mengesankan...
Selengkapnya...

Pagi,9 April 2009..saat orang-orang bersiap untuk menuju TPS,saya bersiap2 juga..tapi buat perjalanan ke daerah Anyer,bukan TPS :P -bukan karena saya enggan memilih,tapi karena saya tidak terdaftar di DPT,dan KTP saya pun bukan KTP Jkt :D -.
Jam 8 pagi,semuanya dah siap,naik bus 213 ke arah Slipi,saya turun depan RS Harapan Kita,tempat janjian dengan Agra dan Henry buat nunggu bus jurusan Merak.Sebelumnya kita dah janjian untuk traveling kali ini dengan nyambung2 bus,walaupun belum ada 1 orang pun yang pernah menginjakkan kaki ke Anyer.Bermodal hasil browsing di blog2 orang tentang rute dan angkutan yang bisa dipakai,kita bertiga nekat buat perjalanan kali ini - orang lain travelling ke luar negeri ja ga nyasar,ini masih Indonesia kok :D -
Akhirnya setelah menunggu sekitar setengah jam,kita dapat bus jurusan Bekasi - Merak.Dan kesalahan pertama terjadi,kita ga nanya tarifnya! begitu naik,ditagih 30rb 1 orang( ntu harga dari Bekasi sampai Merak,bukan Jakarta-Cilegon,fiuhh nasib).Rutenya kita turun di Cilegon Barat,tapi ternyata,busnya hanya keluar di Cilegon Timur,kemudian langsung menuju pintu Tol Merak,mau ga mau, kita turun dekat pertigaan di depan pintu Tol Merak,nyambung mikrolet warna Merah,bayar 3rb perak.Dari sini,kita nyambung lagi mikrolet berwarna perak yang menuju Labuan,dengan patokan,bakal turun di Karang Bolong (hanya ini tempat yang saya tau ketika browsing,jadi ga tau lagi mo turun di mana mhehehe..)
Nyampe Karang Bolong,yang ditempuh sekitar 1 jam perjalanan, kesalahan yang ke-2 terulang lagi,kita ga nanya tarif pas naik,dan ditagih 15rb/orang ( normalnya 8rb-10rb).
Perut yang minta diisi,memaksa kita buat makan siang lebih dulu,dan di depan pintu masuk Karang Bolong,ada area yang agak luas berisi beragam warung makan,penjual suvenir serta parkiran.Kita memutuskan untuk makan di sini.Setelah perut kenyang,dan pencarian penginapan yang gagal dengan sukses,pilihan untuk melihat2 kawasan Karang Bolong lebih dulu rasanya lebih menggoda,bayar tiket masuk 5rb/orang..dan kita dihadapkan dengan.. Karang yg bolong dibawahnya!! :D - bukan ditengah2 ya.. ;-) - sepanjang pantai,begitu banyak karang,ini mungkin yang jadi ciri khas pantai Karang Bolong.Karang ini sendiri bisa didaki menuju pondok kecil yang agak menjorok ke laut.Sayangnya pantai di sebelah kanan ditembok/diberi pembatas? yang membuat saya tersadar,kalau kawasan yang saya masuki adalah pantainya 'kapitalis' dan melihat sampai ke ujung terjauh,semakin menguatkan pikiran saya,setiap hotel,Cottage atau penginapan yang mengarah ke pantai,akan mengkapling2 pantai dengan membuat tembok2 pembatas pantai sampai ke ujung pantai terdalam..fiuhhh! minus satu untuk kawasan Anyer!!
Turun dari karang,rasa haus dan kelapa muda di ujung mengundang selera - ini penjual tau ja,kalo naik turun karang dan dihadapkan dengan kelapa muda segar,pasti bikin air liur turun naik di leher,godaan yang tidak tertahankan.. :D- jadilah kita nyicipin kelapa muda dengan harga 5rb/buah.One word...SEGER!!
Setelah melihat sekeliling Karang Bolong,kita memutuskan untuk ga menginap sekitar situ,toh pemandangannya dah kita lihat,mending nyari2 kawasan baru,jadinya kita jalan balik agak ke utara,dan melihat sebuah pantai umum, Karang Suraga.Nanya pemilik warung di ujung jembatan,kita akhirnya dapat tempat nginap dengan harga 150rb/malam dikasih 3 kasur dengan kamar yang luas dan kamar mandi dalam.Pantai ini adalah pantai umum,dan penduduk sekitar hanya menagih biaya masuk untuk kendaraan.
Sore kita dah duduk di hamparan pasir putih,berharap bisa menangkap sunset,tapi sayangnya,cuaca mendung,jadinya cuma ngobrol ngalor ngidul..makan malam,masuk pantai lagi,ngeliat2 view krakatau yang agak berkabut di kejauhan..
Pagi jam 5 subuh,niat masuk ngeliat2 sunrise..dan,yak,nasib sial belum mau berlalu,hujan gerimis..arrghh!setlah menunggu sekitar 15 menit,hujannya tinggal titik2 kecil,kita menuju pantai,dan sarapan kopi + indomie rebus telor sambil menunggu hujan benar2 reda.Setelah itu?nyeburrrr!!-eh airnya asin lagi, - kapan ya,saya bisa ketemu air laut yang rasanya tawar? -berharap produsen air mineral buka
pantai pribadi..:D - 
Puas berendam,kita balik ke penginapan,mandi lanjut dengan makan siang,trus siap2 balik ke Jkt.Begitu balik,kesialan yang ke 3 masih datang,kita ga nanya tarif lagi,dan angkot perak nagih kita 20rb/orang!Kali ini agak ngotot dikit,dan si supir balikin duit 10rb dari duit 50rb yang dikasih..fiuhhh!
=-=-=
Note :
Rute lengkap :
1.Bus Jakarta-Merak turun di pintu Tol Cilegon Timur ,naik angkot warna ungu turun di simpang dekat Matahari,pindah angkot warna perak jurusan Labuan.
atau
2. Bus Jakarta - Merak turun di pertigaan sebelum pintu Tol Merak,naik angkot merah,turun di simpang,pindah angkot warna perak jurusan Labuan.
*Sebelum naik angkot,tanya dulu tarifnya,begitu tau kita adalah orang baru,tarifnya akan digelembungkan ma supir2 di sini ;-) *
*Jalur yang dilalui angkot jurusan Labuan adalah sepanjang pantai Anyer-Carita-Labuan,kalau ga tau tujuan mo turun di mana,biarkan feeling dan mata menuntun anda begitu melihat ada pantai yang menarik di sebelah kanan :) *
Selengkapnya...
